Akhir-akhir ini banyak orang yang takut untuk menjadi unik, karena mereka tidak PeDe. Akhirnya banyak dari mereka yang lebih memutuskan untuk menjadi follower daripada trend setter. Sekarang banyak acara di televisi mengenai sesuatu yang berbeda dari yang lain, alias unik. Contohnya saja acara "Rumah Unik", Yang bermotto, "sesuatu yang unik bisa datang dari mana saja"
Ternyata keunikan bisa menimbulkan efek positif dalam berbagai bidang. Baik dari segi sosial, budaya, ekonomi, dan masih banyak lagi.
Menurut observasi saya, dengan keunikan yang kita punya, seperti talenta atau daya imajinasi yang baik, dalam bidang bisnis kita bisa menciptakan lapangan kerja bagi orang lain. Mungkin bagi kita yang suka mendesain baju, kita bisa mendirikan butik kecil-kecilan. Bagi yang kreatif, celana jeans yang sudah berada di tempat pembuangan, bisa dimanfaatkan menjadi tas, tempat pensil, sarung sofa, menjadi pakaian lagi pun bisa. Kita bisa memanfaatkan berbagai sampah yang tersedia, mengingat lahan kita semakin sempit dan sangat terbatas untuk pembuangan sampah, sementara produksi sampah rumah tangga sehari-harinya itu sangatlah banyak. Kasihan kan.. penduduk yang rumahnya di sekitar Bantar Gebang, atau di sekitar tempat pembuangan sampah di daerah lain?
Dengan kita menciptakan lapangan kerja bagi orang lain, secara tidak langsung, kita sudah berupaya untuk mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran di negara kita. Ingat!!! banyak dari mereka yang membutuhkan bantuan kita dengan adanya lapangan kerja kecil-kecilan. Setidaknya mengeliminasi beberapa pengemis yang ada di jalan, mereka dapat hidup dengan lebih layak. Dan yang lain daripada itu, kita bisa mengurangi sampah yang ada, dan setidaknya membuat kota menjadi agak sedikit bersih.
Puji Tuhan, apabila usaha anda bisa berkembang menjadi besar dan menghasilkan banyak keuntungan, sehingga dapat merekrut banyak pekerja lagi. Apalagi bisa sampai diekspor ke luar negeri. Bisa membantu anak-anak yang putus sekolah.
INTINYA...
JANGAN TAKUT UNTUK BER-EKSPRESI! TUHAN TELAH MENCIPTAKAN SEGALA SESUATU ITU BAIK ADANYA. DAN TUHAN TAK AKAN MEMBIARKAN KAMU YANG TERUS MENGEMBANGKAN TALENTAMU, PASTI DIA AKAN MEMBANTU KAMU DAN MEMBUAHKANNYA. BELIVE ON IT!!!
about me..?
- heavenly
- seseorang yang lebih sering diam karena ingin mendapat kejelasan dan kepekaan akan suatu peristiwa. tidak mudah percaya kepada orang lain. orang yang tidak mudah dekat dengan orang lain. sangat selektif.. orang yang unik.
Selasa, 22 Januari 2008
Senin, 21 Januari 2008
Depok, 21 januari 2008
Depok tambah padat...
Macet dimana-mana...
Pengaturan pembangunan yang tidak rapih..
BERANTAKAN!!!
Depok sudah hampir sama seperti Jakarta,
Banjir dimana-mana, padahal dari ketinggian wilayah, Depok jelas-jelas lebih tinggi dari Jakarta.
Berkembang sih berkembang tapi juga harus memperhatikan unsur daerah resapan air...
Sudah tahu sekarang ada yang namanya GLOBAL WARMING.
Masih kurang sadar kalau dunia tambah panas?
Kenapa nggak ada inisiatif untuk menghentikan pembangunan sementara ini, dan menggalakkan penghijauan kembali.
Berusaha menjadikan Depok yang seperti dahulu.
Yang sejuk..
Nyaman..
bEBAS BANJIR..
Nggak panas..
dan... BERSIH...!
Macet di Depok nggak kalah sama kayak Jakarta.
Rakyat Depok itu sebagian besar "ra nggugu"
kalo dibilangin jgn nyerobot di lampu merah, tetep aja nyerobot, di puteran juga gitu.
Pemerintah Kota Depok seakan nggak peka akan yang terjadi sama wilayah yang dibawah pemerintahannya. Jalan raya rusak udah kayak miniatur lembah amazone + demo dari masyarakat, baru dana turun untuk perbaikan jalan. Udah gitu, perbaikannya serentak di seluruh Depok. NGGAK SALAH LAGI KALAU DEPOK TAMBAH ANCUR.. UDAH MACET TAMBAH MACET.. kemana-mana macet. Akhirnya, para sopir angkot pada demo. Yaaa... gimana nggak demo.. yang namanya macet itu kan mesin masih nyala dan bakal ngabisin bensin. Secara tidak langsung, itu juga namanya pemborosan bahan bakar!!
Sekarang lagi..
Di jalan Tole Iskandar ada satu jalan yang namanya Jl.Raden Saleh. Dan di jalan itu dari masa ke masa, frekuensi kendaraan yang melewati jalan itu semakin padat. (Imbauan : alangkah baiknya tiap akhir minggu pemerintah kota depok refreshing mata, dengan jalan-jalan keliling kota depok) Mbok yo tau gitu, kasih tambahan satuuuu... ajaaaa... lampu merah disitu. Biar kendaraan semakin teratur.
Dan ada lagi tentang kota Depok yang menyandang predikat Kota Terkotor, para pemerintah kota depok jangan hanya bisanya pidato di atas panggung bilang kalo depok kota terkotor doank... Yang namanya bawahan, mana bisa berjalan tanpa adanya contoh dari atasannya..
Mana terjun langsung ke lapangan dari pemerintah kota depok untuk menanggapi hal itu!?!!
Komentar pribadi saya selama ini terhadap hasil kerja pemerinyah kota depok yang baru : "KURANG"
mAAf kalo ada kata-kata yang kurang mengenakkan, jujur saja.. kan lebih enak..!
Macet dimana-mana...
Pengaturan pembangunan yang tidak rapih..
BERANTAKAN!!!
Depok sudah hampir sama seperti Jakarta,
Banjir dimana-mana, padahal dari ketinggian wilayah, Depok jelas-jelas lebih tinggi dari Jakarta.
Berkembang sih berkembang tapi juga harus memperhatikan unsur daerah resapan air...
Sudah tahu sekarang ada yang namanya GLOBAL WARMING.
Masih kurang sadar kalau dunia tambah panas?
Kenapa nggak ada inisiatif untuk menghentikan pembangunan sementara ini, dan menggalakkan penghijauan kembali.
Berusaha menjadikan Depok yang seperti dahulu.
Yang sejuk..
Nyaman..
bEBAS BANJIR..
Nggak panas..
dan... BERSIH...!
Macet di Depok nggak kalah sama kayak Jakarta.
Rakyat Depok itu sebagian besar "ra nggugu"
kalo dibilangin jgn nyerobot di lampu merah, tetep aja nyerobot, di puteran juga gitu.
Pemerintah Kota Depok seakan nggak peka akan yang terjadi sama wilayah yang dibawah pemerintahannya. Jalan raya rusak udah kayak miniatur lembah amazone + demo dari masyarakat, baru dana turun untuk perbaikan jalan. Udah gitu, perbaikannya serentak di seluruh Depok. NGGAK SALAH LAGI KALAU DEPOK TAMBAH ANCUR.. UDAH MACET TAMBAH MACET.. kemana-mana macet. Akhirnya, para sopir angkot pada demo. Yaaa... gimana nggak demo.. yang namanya macet itu kan mesin masih nyala dan bakal ngabisin bensin. Secara tidak langsung, itu juga namanya pemborosan bahan bakar!!
Sekarang lagi..
Di jalan Tole Iskandar ada satu jalan yang namanya Jl.Raden Saleh. Dan di jalan itu dari masa ke masa, frekuensi kendaraan yang melewati jalan itu semakin padat. (Imbauan : alangkah baiknya tiap akhir minggu pemerintah kota depok refreshing mata, dengan jalan-jalan keliling kota depok) Mbok yo tau gitu, kasih tambahan satuuuu... ajaaaa... lampu merah disitu. Biar kendaraan semakin teratur.
Dan ada lagi tentang kota Depok yang menyandang predikat Kota Terkotor, para pemerintah kota depok jangan hanya bisanya pidato di atas panggung bilang kalo depok kota terkotor doank... Yang namanya bawahan, mana bisa berjalan tanpa adanya contoh dari atasannya..
Mana terjun langsung ke lapangan dari pemerintah kota depok untuk menanggapi hal itu!?!!
Komentar pribadi saya selama ini terhadap hasil kerja pemerinyah kota depok yang baru : "KURANG"
mAAf kalo ada kata-kata yang kurang mengenakkan, jujur saja.. kan lebih enak..!
Minggu, 06 Januari 2008
Libur Tlah Habis
Libur tlah habis
Libur tlah habis
Aduh.. aduh.. aduh..
Bukalah tas dan bukumu
Kemablikan keluh kesahmu
Libur tlah habis 2x
Hatiku merana
Libur tlah habis
Aduh.. aduh.. aduh..
Bukalah tas dan bukumu
Kemablikan keluh kesahmu
Libur tlah habis 2x
Hatiku merana
Langganan:
Postingan (Atom)